Mohon tunggu...
Jhon Rivel Purba
Jhon Rivel Purba Mohon Tunggu... ASN yang suka dengan puisi, sejarah, dan budaya.

Hidup sederhana dan merdeka

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Sandal yang Membawa Saya Menjadi PNS

26 Mei 2026   05:38 Diperbarui: 26 Mei 2026   10:38 427
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sandal penulis yang masih tersimpan hingga sekarang (Sumber: Jhon Rivel Purba)

Pada 2013, saya berada pada fase hidup yang penuh kebingungan. Saat itu, saya sudah dua tahun menjalani perkuliahan S-2 di Yogyakarta. Seharusnya, masa studi itu sudah cukup untuk menyelesaikan tugas akhir.

Namun kenyataannya jauh berbeda. Tesis saya masih setengah jalan, bahkan bisa dikatakan belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai dalam waktu dekat.

Saya sendiri tidak benar-benar memahami mengapa begitu sulit fokus mengerjakan tugas akhir. Setiap kali mencoba membuka netbook dan mulai menulis, selalu ada rasa malas, jenuh, dan keinginan untuk menunda.

Saya justru lebih banyak menghabiskan waktu bermain game di netbook. Kadang bermain sendiri, kadang bersama teman-teman satu kelas dan satu kos. Hari-hari berjalan begitu saja tanpa arah yang jelas.

Sebenarnya, dalam hati saya sadar bahwa kondisi itu tidak baik. Saya ingin keluar dari fase itu dan kembali serius menyelesaikan kuliah. Namun, setiap kali mencoba bangkit, saya selalu kembali jatuh pada kebiasaan yang sama. Rasanya seperti terjebak dalam lingkaran yang sulit diputus.

Pada Mei 2013, saya mencoba mencari suasana baru. Saya memutuskan pergi ke Solo dan tinggal di sebuah kos-kosan selama sekitar satu bulan. Tujuan saya adalah untuk menjauh sejenak agar bisa fokus melakukan penelitian dan menyelesaikan tugas akhir. Saya berpikir, mungkin lingkungan baru akan membantu saya lebih disiplin.

Namun kenyataannya tidak sesuai harapan. Di Solo, saya justru lebih sering berkeliling kota tanpa tujuan jelas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menulis malah habis untuk bermain game lagi di kamar kos. Saya kembali gagal melawan diri sendiri. Saat itu saya mulai merasa lelah hidup dalam pola yang sama.

Di tengah kebingungan itu, saya akhirnya mengambil keputusan penting. Saya harus memilih satu dari dua jalan: serius menyelesaikan tugas akhir atau mencari pekerjaan yang bisa membuat hidup saya lebih terarah dan menjauhkan saya dari kebiasaan membuang waktu.

Sejak saat itu, saya mulai aktif mencari informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Salah satu yang saya coba adalah mendaftar CPNS sebagai guru sejarah di Lampung. Selain itu, saya juga mencari peluang lain. Dalam pikiran saya saat itu sederhana saja: peluang mana yang datang lebih dulu, itulah yang akan saya jalani.

Tidak lama kemudian, saya menemukan lowongan sebagai asisten peneliti di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM. Pekerjaan itu langsung menarik perhatian saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun