Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UPI Nyatakan Belum Ada Rencana Bikin Dapur MBG

Kompas.com, 27 Mei 2026, 19:00 WIB
Add on Google
Melvina Tionardus,
Mahar Prastiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan belum berencana ikut membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Komunikasi, Informasi dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi menuturkan bahwa masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

"Saat ini UPI belum memiliki rencana konkret terkait keterlibatan operasional dan pembangunan dapur SPPG serta belum ada komunikasi dengan BGN (Badan Gizi Nasional) terkait hal tersebut," kata Vidi Sukmayadi melalui pesan singkat, Rabu (28/5/2026).

UPI masih tetap turut memberikan sumbangsih terhadap MBG namun dari sisi penelitian ilmiah.

Baca juga: Tidak Ikut Bangun Dapur MBG, Rektor UM: Lebih Tepat Lakukan Kajian Ilmiah

Dukungan yang diberikan UPI adalah dari sisi akademis

"Sejauh ini, dukungan yang diberikan UPI adalah dari sisi akademis, sejalan dengan mandat utama berdasarkan Tridharma Perguruan Tinggi melalui berbagai kajian dan penelitian yang melibatkan prodi-prodi yang relevan agar dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pelaksanaan MBG ini," ujar Vidi Sukmayadi.

Seperti diketahui, Kepala BGN yakni Dadan Hindayana sempat mengusulkan agar satu perguruan tinggi minimal memiliki satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan dalam Forum U25

Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Makassar pada 28 April 2026, dikutip dari situs BGN.

Kala itu Dadan juga sekaligus meresmikan SPPG Tamalanrea 14 di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Baca juga: Unej Masih Tunggu Kepastian Bangun Dapur MBG

Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Kementerian Keuangan hingga 9 Maret 2026 telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG sebesar Rp44 triliun atau setara 13,1 persen dari total alokasi anggaran APBN sebesar Rp335 triliun. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi Pekerja menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sehat Kemala Bhayangkari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026). Kementerian Keuangan hingga 9 Maret 2026 telah menggelontorkan anggaran belanja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG sebesar Rp44 triliun atau setara 13,1 persen dari total alokasi anggaran APBN sebesar Rp335 triliun.

Dapur MBG Unhas yang pertama

Dapur MBG ini dikelola oleh yayasan Unhas, Yayasan Metavisi Akademika. Serta dapur MBG pertama di lingkungan perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH).

Arahan Kepala BGN tersebut kemudian disambut baik perguruan tinggi negeri (PTN)..

IPB University yang siap mengoperasikan dua dapur MBG di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Sementara PTN-PTN lainnya menyatakan masih melakukan kajian mendalam sebelum benar-benar mendirikan dapur MBG.

Baca juga: Guru Kini Bisa Pantau Kualitas Menu MBG, Laporkan via Aplikasi

Namun ada pula PTN yang tegas menyatakan tidak akan ikut berpartisipasi yakni Universitas Negeri Malang (UM).

UM menyatakan lebih pas jika ikut andil ke MBG dengan melakukan penelitian ilmiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau