Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Mana Rayap Datang?

Kompas.com, 27 April 2026, 19:54 WIB
Add on Google
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Banyak pemilik rumah bertanya-tanya, dari mana sebenarnya rayap datang? Hama perusak kayu ini kerap muncul tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan serius tanpa disadari.

Pada dasarnya, rayap datang ke rumah untuk mencari tiga hal utama yaitu makanan, air, dan tempat berlindung. Jika sebuah hunian menyediakan kombinasi kondisi tersebut, maka risiko infestasi rayap akan meningkat secara signifikan.

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan atau kondisi di sekitar rumah yang justru menciptakan lingkungan ideal bagi rayap untuk berkembang.

Penyebab Rayap Muncul

Dirangkum dari Teminix dan Orkin, beberapa faktor penyebab rayap masuk rumah, antara lain:

  • Menumpuk kayu bakar terlalu dekat dengan rumah
  • Menggunakan kayu yang tidak diolah untuk dek atau tangga
  • Membiarkan material kayu bersentuhan langsung dengan fondasi
  • Tidak memperbaiki pipa bocor

Namun, itu baru sebagian kecil penyebabnya. Berikut penjelasan lebih mendalam mengenai faktor-faktor utama yang membuat rayap betah di rumah Anda.

1. Kelembapan Tinggi di Rumah

Rayap bawah tanah umumnya membangun koloni di dalam tanah dan sangat tertarik pada area lembap yang jarang terganggu. Kebocoran pipa atau kelembapan berlebih di area bawah rumah dapat menjadi pemicu utama infestasi.

Baca juga: Cegah Infeksi Rayap di Lemari Kayu, Lakukan Tiga Hal Ini

Untuk mengatasinya, Anda bisa:

Segera memperbaiki kebocoran pipa
Memastikan ventilasi rumah, terutama bagian bawah, berjalan baik
Memangkas tanaman yang memicu penumpukan kelembapan

2. Drainase yang Buruk

Buruknya drainase juga jadi penyebab rayap masuk rumah. Air yang menggenang di sekitar fondasi rumah menciptakan lingkungan yang ideal bagi rayap.

Tanah yang lembap menjadi tempat sempurna bagi mereka untuk mencari makan dan berkembang.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Rutin membersihkan dan memeriksa talang air
  • Memperbaiki keran atau pipa bocor
  • Mengalihkan aliran air jauh dari fondasi
  • Mengatur sistem irigasi agar tidak menyebabkan genangan

3. Kontak Langsung Kayu dengan Tanah

Penyebab rayap muncul juga karena kontak langsung kayu dengan tanah. Rayap memakan selulosa yang terdapat dalam kayu. Karena itu, benda atau struktur kayu yang menyentuh tanah bisa menjadi "jembatan" bagi rayap masuk ke rumah.

Beberapa hal yang perlu dijauhkan dari rumah:

  • Tunggul pohon
  • Tanaman merambat
  • Teralis
  • Tumpukan kayu bakar

Baca juga: Ruang Kredensi dan Konferensi Istana Garuda IKN Pakai Plafon Anti-rayap

Selain itu, perhatikan juga bagian atap. Cabang pohon yang menyentuh rumah bisa menjadi jalur masuk rayap ke struktur kayu di bagian atas.

4. Celah pada Struktur Rumah

Rayap sangat lihai memanfaatkan celah kecil untuk masuk ke dalam rumah. Mereka bahkan dapat membangun tabung lumpur sebagai jalur perjalanan dari tanah ke sumber makanan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau