Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Muhammad Ikmal
Praktisi Perpajakan

Praktisi Perpajakan, keuangan dan Akuntan

Kemenangan Como, Cermin yang Tidak Nyaman

Kompas.com, 26 Mei 2026, 08:20 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SENIN dini hari, 25 Mei 2026. Como 1907 mengalahkan Cremonese 4-1 dan untuk pertama kali dalam sejarah 119 tahun klub itu, tim berjulukan I Lariani tersebut akan berlaga di Liga Champions.

Di seluruh Indonesia, media sosial meledak. Tagar Como trending. Orang-orang merayakan seolah timnas kita baru saja lolos ke Piala Dunia.

Tapi mari kita berhenti sejenak di sini. Apa sebenarnya yang sedang kita rayakan?

Kapital, Bukan Prestasi

Como 1907 adalah klub Italia. Dilatih oleh orang Spanyol. Beranggotakan pemain-pemain dari Argentina, Yunani, Perancis, dan Spanyol.

Bermarkas di kota Italia. Berkompetisi di liga Italia. Musim depan, mereka akan menghadapi klub-klub Eropa di panggung yang selama ini hanya bisa kita tonton dari jauh.

Yang Indonesia dalam semua itu adalah satu hal: uangnya.

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono: dua bersaudara pewaris kerajaan kretek Djarum dan pemegang saham pengendali Bank Central Asia, membeli Como pada April 2019 seharga sekitar 850.000 euro, ketika klub itu bangkrut dan terdampar di Serie D.

Dalam tujuh musim, mereka mengangkatnya dari divisi amatir ke Liga Champions.

Pencapaian itu luar biasa; sebagai kisah bisnis, sebagai bukti kompetensi manajerial, sebagai studi kasus investasi olahraga.

Baca juga: Menanti Ketegasan Presiden

Tapi pencapaian bisnis keluarga Hartono bukan pencapaian sepakbola Indonesia.

Mencampuradukkan keduanya bukan hanya tidak tepat, ini menyesatkan, karena mengaburkan pertanyaan yang jauh lebih penting: mengapa kapital dan visi sekelas ini hanya bisa bekerja di luar negeri?

Indonesia adalah rumah bagi dua orang yang kekayaan gabungannya oleh berbagai lembaga pemeringkat ditaksir melampaui 40 miliar dolar AS.

Dengan modal itu, mereka membangun sebuah klub di Italia yang kini akan bersaing dengan Real Madrid dan Bayern Muenchen.

Sementara itu, tim nasional Indonesia belum pernah sekali pun lolos ke putaran final Piala Dunia.

Kedua fakta ini hidup berdampingan tanpa ketegangan, seolah-olah normal.

Halaman:


Terkini Lainnya
Pengamat Sorot Peluang Menang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Pengamat Sorot Peluang Menang Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Erick Thohir Apresiasi Bank Sumut Jadi Sponsor Utama Piala AFF U19 2026
Erick Thohir Apresiasi Bank Sumut Jadi Sponsor Utama Piala AFF U19 2026
Timnas Indonesia
PSG Vs Arsenal, Luis Enrique: Tidak Ada Tim Favorit di Laga Puncak
PSG Vs Arsenal, Luis Enrique: Tidak Ada Tim Favorit di Laga Puncak
Liga Champions
PSG Vs Arsenal: Mikel Arteta Akui Luis Enrique sebagai Panutan
PSG Vs Arsenal: Mikel Arteta Akui Luis Enrique sebagai Panutan
Liga Champions
Pengamat Sebut FIFA Matchday Jadi Kans Talenta Lokal Timnas Indonesia
Pengamat Sebut FIFA Matchday Jadi Kans Talenta Lokal Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
PSG Vs Arsenal: 2 Kunci The Gunners untuk Redam Daya Ledak Paris
PSG Vs Arsenal: 2 Kunci The Gunners untuk Redam Daya Ledak Paris
Liga Champions
Gandeng Bareskrim Polri, TVRI Kalsel Wajibkan Nobar Piala Dunia 2026 Terdaftar Melalui Barcode
Gandeng Bareskrim Polri, TVRI Kalsel Wajibkan Nobar Piala Dunia 2026 Terdaftar Melalui Barcode
Internasional
Hector Souto Pantau Talenta Futsal Indonesia Lewat National Championship 2026
Hector Souto Pantau Talenta Futsal Indonesia Lewat National Championship 2026
Sports
Puji Hansi Flick, Anthony Gordon Sebut Gaya Bermainnya Mirip Raphinha
Puji Hansi Flick, Anthony Gordon Sebut Gaya Bermainnya Mirip Raphinha
Liga Spanyol
Allegri Diklaim Sepakat dengan Napoli Sebelum AC Milan Vs Cagliari
Allegri Diklaim Sepakat dengan Napoli Sebelum AC Milan Vs Cagliari
Liga Italia
Prakiraan Line Up PSG Vs Arsenal di Final Liga Champions 2025-2026
Prakiraan Line Up PSG Vs Arsenal di Final Liga Champions 2025-2026
Liga Champions
PSG Vs Arsenal: The Gunners Bisa Tulis Sejarah Juara Tanpa Kalah
PSG Vs Arsenal: The Gunners Bisa Tulis Sejarah Juara Tanpa Kalah
Liga Champions
Bawa Como 1907 Lolos ke Liga Champions, Cesc Fabregas Dilabeli Pelatih Terbaik di Dunia
Bawa Como 1907 Lolos ke Liga Champions, Cesc Fabregas Dilabeli Pelatih Terbaik di Dunia
Liga Champions
Bocoran Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di FIFA Matchday November
Bocoran Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di FIFA Matchday November
Timnas Indonesia
Hasil Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026: Iran dan Irak Kompak Petik Kemenangan
Hasil Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026: Iran dan Irak Kompak Petik Kemenangan
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau